Indonesia Juara 4 dan "Best Dress" Miss Asia Pasific World 2011



Alessandra Khadijah Usman, Puteri Indonesia Pariwisata 2010, berhasil masuk lima besar di Miss Asia Pasific World 2011 bersanding dengan kontestam dari Korea, India, Perancis dan Rusia. Sandra meraih Runner Up 3 dan atribut Best Style Miss Asia Pasific World 2011 di Korea Selatan.

KOMPAS.com - Puteri Indonesia Pariwisata ke-15 (2010), Alessandra Khadijah Usman, berhasil meraih juara empat atau Runner Up 3, dan pemenang Best Style Dress Awards Miss Asia Pasific World 2011 di Korea Selatan.

Di malam Grand Final Miss Asia Pasific World yang berlangsung di Busan Yachting Center, Korea Selatan, 15 Oktober 201, terpilih pemenang dari lima besar. Kontestan asal Korea Park Sae Byul berhasil menjadi pemenang Miss Asia Pasific World 2011. Sementara Florima Treiber dari Perancis meraih juara dua (Runner Up 1), Anna Botova dari Rusia juara tiga (Runner Up 2), Alessandra Usman dari Indonesia juara empat (Runner Up 3), dan Tanvi Singla dari India juara lima (Runner Up 4).

Indonesia untuk kali pertama mengirim wakil di ajang pemilihan internasional ini. Pada penampilan perdana, Indonesia memukau dunia dengan masuk lima besar. Perempuan asal Gorontalo yang akrab disapa Sandra ini berhasil menyisihkan kontestan dari Inggris, Swedia, Amerika Serikat, Vietnam, Nepal, Hungaria, Kanada, Meksiko, Estonia, dan Belanda di babak 15 besar.

Gaya busana terbaik
Kontestan Indonesia di ajang Miss Asia Pasific World 2011 juga meraih juara atribut Best Style Dress Awards. Sandra yang menyandang gelar Puteri Indonesia Pariwisata ini tampil memesona sepanjang karantina hingga malam final, dengan gaya busana yang berbeda dari Indonesia.

"Pemilihan Best Style Dress Awards ini berdasarkan penampilan konstestan dan busananya selama masa karantina hingga malam final," kata Public Relations Yayasan Puteri Indonesia, Ahmad R Subing, melalui pesan singkat kepadaKompas Female.

Yayasan Puteri Indonesia mempersiapkan Sandra menuju Miss Asia Pasific World 2011 dengan busana terbaik karya perancang Indonesia. Mulai busana nasional Eksotika Putri Bali, gaun malam dengan detil batik corak Kalimantan, batik Parang Kencana, busana kasual oleh Bi Collection, busana-busana resmi oleh Delami Groups, sepatu oleh Adeva Shoes dan Fandy Wong Shoes, aksesori oleh Elizabeth Wahyu, Jewel of Eden, dan emas putih dari PLG Hartonowiratanik.

Busana nasional dari Solo Batik Carnival merupakan perpaduan mengolah batik Sogan khas Solo menjadi kostum karnaval bertema Bali. Sementara untuk gaun malam, desainer muda lulusan Esmod, Hian Tjen, membalut tubuh Sandra dengan dua gaun bertema Ratna Mutu Manikam dari Bumi Kalimantan, warna merah dan biru.

Hian menghadirkan detail batik corak Kalimantan Barat yang diperindah dengan sentuhan kristal di gaun Sandra. Kilau kristal ini akan memancar di panggung, Sandra akan menjadi pusat perhatian, kata Hian yang ternyata terbukti dengan memenangkan atribut Best Style Dress Awards.

This entry was posted in , . Bookmark the permalink.

Leave a reply